GBPOJumat (9/5) – Pertemuan dari seluruh komponen IMAKA dalam agendanya yang membicarakan tentang  GBPO akhirnya mendapatkan titik terang yang jelas. Pemaparan GBPO yang berlangsung di ruang kelas 3A ini sangat mengundang perhatian dari seluruh masing-masing komponen IMAKA yang terdiri dari Lembaga maupun UKM, pemaparan GBPO ini dinilai penting bagi setiap komponen IMAKA  karena menyangkut ranah dan arah gerak dari organisasi itu sendiri. Tidak heran jika pemaparan dari masing-masing komponen inipun menuai pro dan kontra, hal ini disebabkan oleh tidak adanya paham yang sama terhadap makna dari GBPO itu sendiri.

Pemaparan GBPO yang dimulai dari lembaga tertinggi yaitu BEM, memaparkan secara rinci hasil dari GBPO yang telah mereka susun dari setiap kementrian yang ada di BEM. Tetapi hal ini justru mulai menuai pro dan kontra antar masing-masing komponen, karena tidak sepahamnya mereka dengan makna dari GBPO itu sendiri sehingga banyak sekali perbedaan pendapat antara persepsi BEM akan pengertian GBPO dengan persepsi UKM lain bahkan dengan persepsi dari DPM sendiri yang bisa dikatakan lembaga yang menyelenggarakan acara pemaparan GBPO ini sendiri.

Pro dan kontra pun berlangsung cukup lama dan  menegangkan dengan berbagai bahasan yang cukup ‘menggelitik’ komponen-komponen tertentu yang merasa hal itu telah menyinggung ranah mereka. Mulai dari lontaran pertanyaan yang bersifat menyindir sampai dengan pernyataan yang cukup menjatuhkan satu sama lain. Terlihat dari pembahasan mengenai Badan Audit yang ada di DPM dan juga yang ada di BEM, yang telah memakan waktu 1 jam lebih untuk membahasnya. Lagi-lagi mirisnya hal ini disebabkan karena tidak adanya paham yang sama tentang makna dari GBPO itu sendiri.

Oleh karena itu, sangat dibutuhkan pencerdasan tentang GBPO sebelum adanya pemaparan GBPO tersebut. Nah…

Mengertikah anda apa itu GBPO ?

GBPO adalah singkatan dari Garis Besar Program Organisasi yang merupakan haluan organisasi sebagai kehendak pernyataan mahasiswa yang pada hakikatnya memiliki satu tujuan yang sama untuk perkembangan IMAKA.

Jika dilihat dari latar belakangnya, GBPO ini mengatur arah gerak kerja dari UKM maupun BEM agar tidak ada persinggungan satu sama lain. Namun persinggungan ini bukan ke teknis acaranya, tetapi lebih ke arah spesialisasi dari BEM dan masing-masing UKM  tersebut.

“GBPO ini bukan membahas ranah dari susunan acara ataupun rangkaian acara dari masing-masing komponen,. Karena saya melihat pandangan BEM maupun UKM pada malam itu lebih mengarah kepada pesinggunan ranah dari teknis acara dan harus ada koordinasi, padahal harusnya bukan seperti itu “, ujar Ucik Susanti selaku Ketua Divisi Kelembagaan di DPM.

Yang perlu diperhatikan adalah pola umum dari GBPO, yaitu rangkaian program yang menyeluruh, terarah, terencana, terpadu, sistematis dan terevaluasi. “Yang WAJIB dipahami adalah GBPO tidak boleh menjadi penghambat arah gerak kreatifitas mahasiswa yang berkecimpung di dalam organisasi-organisasi di IMAKA”, tambah Ucik Susanti.

Dengan kita memahami makna dari GBPO dan dengan dilakukannya pencerdasan terlebih dahulu sebelum dilaksanakannya pemaparan GBPO. Maka pro dan kontra itu tidak akan pernah ada. Karena sebagai seorang mahasiswa, berfikir kritis itu perlu tetapi untuk mencari titik terang dan titik tengah bukan untuk mencari-cari kesalahan. ■Qori

#JURNALIKANEWS

Bagikan melalui: