[caption id="attachment_453" align="alignleft" width="300"]Diskusi FORMA Diskusi FORMA[/caption]

Senin (15/12/14), pukul 18.30 WIB, bertempat di ruang perkuliahan Akademi Kimia Analisis Bogor lantai 2 (3F), IMAKA sukses menggelar Forum Mahasiswa (FORMA). Forum ini diadakan untuk membahas istilah-istilah organisasi yang bertujuan untuk mencerdaskan para organisator di dalam keorganisasian IMAKA. Khususnya untuk adik tingkat agar ketika menjabat tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang dilakukan sebelumnya. Dalam FORMA ini bukan hanya dari DPM yang menyampaikan beberapa bahasan tetapi BEM pun demikian.   

Beberapa bahasan yang disampaikan oleh DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), yakni sebagai berikut:

AD/ART, yakni tentang pembahasan bahwa AD/ART yang terbaru terdapat perbaikan penulisan dan ejaan serta memiliki cover dan lampiran yang terdiri dari lambang dan struktur organisasi IMAKA.

UU (Undang-undang), terdapat beberapa UU dalam DPM, yaitu Pasal 1 tahun 2014 (Sistem Keuangan IMAKA), Pasal 2 tahun 2014 (Pengawasan Pelaksanaan Proker), Pasal 3 tahun 2014 (Pemilihan Presma), Pasal 4 tahun 2014 (Badan Pekerja), Pasal 5 tahun 2010 (Publikasi Massa yang pembahasannya akan diadakan tanggal 16/12/2014 pada RDP IMAKA).

GBPO(Garis-garis Besar Program Organisasi), pembahasan GBPO ialah kesalahan keperiodean tahun ini yang tidak adanya pencerdasan karena dianggap semua komponen telah paham. Tetapi pada kenyataannya banyak penafsiran yang beragam sehingga untuk tahun depan akan diadakan pencerdasan GBPO yang dilanjut dengan perumusan DPM dengan komponen dan mahasiswa sehingga diperolehlah ketetapan DPM.

Pemilihan Ketua OKPK (Orientasi Kemahasiswaan dan Pengenalan Kampus), yakni tentang DPM yang memilih ketua OKPK yang selanjutnya memiliki kewenangan penuh tentang OKPK.

PANJA (Panitia Kerja), diperlukan jika ada kegiatan. Panja dibuat untuk membentuk Badan Pekerja tetapi tidak termasuk Badan Pekerja.

BP (Badan Pekerja), yang terdiri dari BP RUA IMAKA, BP PILPRESMA, dan BP KONSTITUSI

RUA IMAKA

Sedangkan yang di paparkan oleh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), yaitu kepresma, pidato awal dan akhir tahun, rakoor BEM-DPM, raker IMAKA, dan struktur organisasi.

Forum ini berhasil menyedot banyak pertanyaan dari mahasiswa/i yang hadir sehingga menjadikan forum ini aktif dan lebih hidup. Yang menarik dari FORMA ini ialah penjelasan dari saudari Azahra Isna mengenai pemilihan ketua OKPK yang memicu permbahasan tentang pembentukan karakter dari mahasiswa baru. “DPM hanya sebagai fasilitator pemilihan ketua OKPK. Yang selanjutnya ketua OKPK berwenang untuk memilih sendiri panitia-panitianya. Sehingga tanggung jawab terhadap pembentukan karakter ialah tanggung jawab penuh ketua beserta panitia OKPK,” paparnya.

Hal tersebut dibantah oleh saudara Habil Alroiyan selaku Wakil Presiden Mahasiswa yang sekaligus pernah menjabat sebagai Ketua OKPK tahun 2014, “Tanggung jawab tentang pembentukkan karakter mahasiswa baru bukan hanya tanggung jawab dari ketua dan panitia OKPK saja, tetapi tanggung jawab seluruh mahasiswa, yakni kakak-kakak tingkatnya juga,”. (GAS dan SILV)

Bagikan melalui: