Senin (23/05/16) malam, bertempat di ruang perkuliahan lantai 2 (3A), DPM sukses menggelar Sosialisasi GBPO Komponen IMAKA. GBPO atau Garis Besar Program Organisasi yaitu merupakan arah gerak suatu organisasi yang di dalamnya menentukan hal – hal yang menyangkut organisasi tersebut. Acara ini dihadiri oleh setiap perwakilan komponen IMAKA. Terlambatnya beberapa perwakilan komponen menyebabkan telatnya acara untuk dimulai. Yang mana acara dijadwalkan pukul 18.30 WIB dan baru bisa dimulai 18.45 WIB.Untitled

Diadakannya acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan masing – masing GBPO dari komponen dan lembaga sehingga kelak tidak terjadi singgungan antara gerak satu komponen dengan komponen lainnya maupun komponen dengan kementerian di bawah lembaga. Adapun jika memang terjadi pelanggaran GBPO ini maka komponen yang bersangkutan dikenakan sanki berupa pencabutan program kerja selama keperiodean tersebut. Sedangkan program kerja yang telah atau sedang dilaksanakan terbukti melanggar GBPO maka penetapan sanki berlaku pada program kerja di keperiodean tersebut dan berdampak terhadap keperiodean selanjutnya. Syahfrudin Saputra, selaku Ketua DPM sendiri menghimbau kepada seluruh komponen agar dapat melapor jika mendapati pelanggaran GBPO ini kepada DPM. DPM pun hendaknya memahami GBPO masing-masing komponen sehingga kedepannya diharapkan dapat memantau dan menginvestigasi terlebih dahulu hal-hal yang sekiranya melampaui GBPO komponen lain.
“Penetapan sanksi ini sebenarnya bisa dihindari jika komponen yang bersangkutan setuju untuk menyelesaikannya secara musyawarah kekeluargaan” ujar Haryanto, selaku wakil ketua DPM. Namun yang menjadi perhatian dari acara ini, yaitu audiens belum sepenuhnya paham tentang apa itu GBPO sehingga masih menimbulkan penafsiran yang beragam. Sehingga Putra (panggilan Ketua DPM) harus kembali memaparkan penafsiran GBPO pada audiens. Harapannya DPM mampu melakukan pencerdasan pada komponen mengenai GBPO sehingga tidak timbul penafsiran yang berbeda, dan pelaksanaan GBPO ini dapat berjalan dengan baik agar tidak menimbulkan miss komunikasi antar komponen seperti yang sudah terjadi sebelumnya. (pns-Pt)

Bagikan melalui:

One Comment

  1. Semoga setiap pengurus organisasi yang sedang mengemban amanah tidak gagal faham fungsi dan peran.
    Saya pernah sedikit mengulas hal ini: https://www.facebook.com/notes/arynazzakka/cerita-bodoh-organisasi-mahasiswa/558588447521454

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

[+] kaskus emoticons