• Screenshot_2016-06-08-18-42-19_1Dengan berbagai kericuhan dan opini publik mengenai hasil keputusan dari pemilihan ketua OKPK 2016, maka diadakanlah Sidang Paripurna Terbuka yang diselenggarakan DPM, sebagai PENGGANTI KONFERENSI PERS YANG GAGAL DILAKSANAKAN. Sidang dilaksanakan di gedung perkuliahan kelas 3C yang dijadwalkan dimulai pada pukul 15:30 tapi terjadi pemunduran waktu hingga pukul 16.10. Pemunduran waktu disebabkan keterlambatan dari pihak forum dan panelis. 

Inti dari diadakannya sidang bertujuan agar menetapkan sah atau tidak nya hasil dari pemilihan sebelumnya sehingga tidak adanya kecacatan dalam pemilihan ketua OKPK. Saudara Rizky Mahaputra (3 TPL) menyampaikan harapan sidang ini adalah pemilihan ketua OKPK yang diterima semuanya dan bukan pemilihan dengan sistem memilih kucing di dalam karung. Sistem yang digunakan pada sidang adalah forum dapat memberikan informasi dan klarifikasi yang diperkuat dengan data, setelah mendapat keterangan dari calon ketua OKPK dan panelis. Namun, pada praktiknya banyak pertanyaan ataupun sanggahan dari forum yang tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari panelis maupun pimpinan sidang. Seperti, mengapa parameter yang telah ditetapkan panelis tidak digunakan hingga akhir?, apakah adanya inteverensi dari pihak lain?, kenapa perlakuan dan tekanan yang di berikan forum pada setiap calon berbeda? Dan mengapa tidak ditindak lanjuti?.
Oleh karena nya dilakukan penjabaran lengkap mengenai kronologis nya dari pihak forum yang hadir pada saat itu dan dari pihak panelis. Tetapi, dari penjabaran keduannya tidak menemukan kesamaan persepsi cerita. Dari pihak forum menjabarkan bahwa pemilihan tidak subjektif dan berdasarkan opini, kinerja panelis yang cacat karena tidak berpatokan pada parameter awal, dan perbedaan perlakuan terhadap setiap calon yang menyebabkan forum tidak menemukan hasil akhir pemilihan. Sedangkan dari pihak panelis mengatakan keputusan yang diambil sudah sesuai dengan parameter sehingga dapat mengerucutkan menjadi 3 calon anggota sehingga hasil keputusan dinilai sah karena forum telah menyerahkan keputusan kepada pihak panelis. Dari diskusi yang dilaksanakan para panelis memunculkan 2 nama kuat yaitu saudara Djodi Satriani (2TPL) dan Ardiansyah (2D) namun para panelis mencapai deadlock dalam pengambilan keputusan. Sehingga diambillah keputusan lobi calon dengan ditengahi oleh saudara Ghalib Naufal (2A). Lobi calon tetap mengalami deadlock hingga akhirnya keputusan untuk memilih ketua OKPK diserahkan kepada saudara Ghalib. Dengan banyaknya interverensi dari pihak-pihak tidak terkait menyebabkan lobi calon dan pengambilan keputusan dianggap TIDAK SAH dari hasil sidang paripurna yang diselenggarakan DPM.
Hingga akhirnya sidang di pending hingga pukul 20.30 sembari kedua calon melakukan lobi calon yang memutuskan saudara Ardiansyah sebagai ketua OKPK 2016 dengan kesepakatan organisasi eksternal tidak terlibat dalam hal apapun dalam kegiatan OKPK 2016 baik memasang banner maupun memberikan selembaran. Kegiatan OKPK murni diselenggarakan untuk IMAKA. Dan komitmen dari kedua calon untuk melindungi OKPK 2016 dari kepentingan politik dan organisasi eksternal. Pemaparan dari saudara Djodi Satriani “Mahasiswa baru itu ibaratkan bayi yang tidak mengerti ideologi dan dasar organisasi, karenanya OKPK 2016 perlu pengkaderan yang bersih dari organisasi eksternal dan politik untuk membentuk sikap mahasiswa yang netral dari politik. Dan dari saudara Ardyansyah siap membentengi OKPK 2016 dari pengaruh-pengaruh eksternal.” (AK/ED)

Bagikan melalui: