Bagi masyarakat umum khususnya di Bogor, angkutan umun yang biasa disebut “Angkot” bukan lagi hal yang spesial. Kendaraan beroda empat yang identik dengan warna hijau atau biru itu sudah tak terhitung lagi jumlahnya di jalanan. Saking biasanya, terkadang hanya dipandang sebagai alat transportasi saja. Namun, setelah menggunakannya hampir setiap hari selama 12 tahun, banyak pelajaran yang diberikan dalam ruang yang hanya cukup menampung 10-12 penumpang tersebut.
IMG-20160622-WA0027Dengan cara apapun tidak bisa dipahami orang-orang yang dengan santainya merokok di angkot, sedangkan disebelah kanannya ada seorang gadis muda yang terbatuk-batuk dan disebelah kirinya ada seorang ibu dengan bayinya—yang mungkin baru merasakan kesejukan oksigen beberapa minggu. Asap rokok yang mengepul seakan berlomba-lomba dengan asap knalpot di luar sana, mencekik hingga membuat darah naik.
“Pak tolong rokoknya dimatikan, kalau mau merokok duduknya bisa di depan,” teguran halus seseorang dibalik kemudi yang memiliki jiwa peduli sekaligus ingin tetap menjaga kenyamanan dalam angkot miliknya. Sepertinya tidak perlu menjadi hakim yang handal untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, cukup membuka mata dan melihat sekitar. Apabila belum dapat memberi manfaat, tidak menambah masalah saja sudah sangat membantu. Saling menghargai adalah harga mati dalam menjalani apapun.
Kita hidup di tengah era globalisasi yang sarat akan pro dan kontra tentang segala hal. Dalam diri setiap orang mungkin sudah tumbuh sifat individualis. Dimana orang terdekat bisa menjadi asing dan orang yang asing tidak akan dipedulikan. Berjam-jam duduk bersebelahan dalam sebuah angkutan umum namun tidak ada yang terjadi. Sampai seorang wanita berusia sekitar 45 tahun menyelip diantara keheningan yang ada.
“Mau kemana bu?” tanya wanita tersebut saat ia berhasil duduk disebelah wanita yang seumuran dengannya. Mencoba beramah tamah walau bisa dipastikan tidak saling kenal—dilihat dari respon wanita yang diajaknya bicara.
“Ke Cinangneng,” jawabnya singkat tanpa benar-benar membalas tatapan si penanya. Wanita 45 tahun itu mengangguk dan mengatakan arah tujuannya pulang tanpa ditanya. Kembali mengatakan beberapa hal lain yang tidak lagi dipedulikan. Dua orang gadis dihadapannya justru mentapnya aneh, dan tersenyum mengerikan.
Tidak bisa dipungkiri masih terdapat hal-hal yang mengiris hati seperti itu. Orang-orang sibuk dengan dunianya masing-masing—dengan wajah tanpa ekspresi—, dan sebuah senyuman atau sapaan dari seseorang akan dianggap hal yang aneh dan sebagainya. Bukan wanita 45 tahun tersebut yang aneh, justru kita yang belum mengerti makna bersosialisasi dengan baik.
Setiap harinya pergi ke sekolah, kampus, ataupun tempat kerja, dan jika beruntung akan memperoleh ilmu yang bermanfaat. Tapi seringkali justru membawa pulang setumpuk masalah yang masih sulit terurai. Namun, di tempat yang tak terduga ini, di waktu sesingkat saat menempuh perjalanan 15 km, dalam sebuah angkutan umum seuntai ilmu bermanfaat justru didapatkan.
“Oh iya neng, Bapa nih rumahnya di Serang terus dapet kerjaan di Ciampea. Ini cuman semalem besok harus ke serang lagi, langsung aja bapak ambil lah, yah walau gajinya ga seberapa tapi siapa tahu ini memang rejeki Bapa. Ga usah terlalu dipikir hidup mah jalani saja,” ucap seorang Bapak dengan keriput yang akan terlihat disudut mata saat bibirnya terangkat ke atas.
Mendengar perjuangan seorang ayah yang harus menghidupi keluarganya dengan kerja banting tulang, membuat siapapun pasti tersentuh. Dan hebatnya lagi, tidak ada ekspresi mengeluh apalagi putus asa dalam raut wajahnya maupun nada suaranya. Menimbulkan rasa kagum sekaligus malu saat tersadar bahwa masalah yang kita hadapi tidak ada apa-apanya dibanding dengan orang lain. Terkadang kita membutuhkan contoh untuk bersyukur.
Masih banyak pelajaran berharga yang akan didapatkan saat kita benar-benar membuka mata. Sebuah Angkutan Umum saja dapat memberi pelajaran tentang menghargai orang lain, bersosialisasi dengan baik, bersyukur, dan masih banyak lagi. Bisa dibayangkan bukan saat menjadi penumpag pesawat terbang atau kapal pesiar?  (NL) (23/6/16)

Bagikan melalui:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

[+] kaskus emoticons