Jurnalikanews – Dunia pendidikan di Indonesia dihebohkan dengan wacana sekolah sehari penuh (Full Day School) yang dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr.  Muhadjir Effendy. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang baru ini memulai gagasan di awal masa jabatannya dengan menggagas sistem Full Day School sebagai salah satu program yang akan diusungnya dalam masa kepemimpinannya. Full Day School ini akan memperpanjang durasi belajar siswa di sekolah. Sistem tersebut akan diterapkan di jenjang SD dan SMP, baik swasta maupun negeri.

IMG-20160818-WA0001Dengan sistem Full Day School ini, secara perlahan seorang anak akan terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orangtua mereka masih belum pulang kerja. Sistem ini diterapkan dengan proses pembelajaran formal setengah hari, kemudian di jam berikutnya dapat diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler. Full Day School bukan berarti siswa belajar sepenuhnya di sekolah melainkan melakukan kegiatan positif lainnya yang menunjang karakter anak. Dengan full day school, siswa juga akan libur pada hari Sabtu dan Minggu sehingga mereka dapat menghabiskan waktu bersama keluarga.

Menurut Mendikbud, tujuan sistem tersebut adalah agar anak tidak sendiri dirumah ketika orangtua masih bekerja. Jika anak-anak tetap berada di sekolah, mereka bisa menyelesaikan tugas sekolahnya sampai dijemput orangtuanya usai jam kerja. Tidak menutup kemungkinan anak-anak juga bisa pulang bersama dengan orangtua. Orangtua dapat merasa aman, karena anak-anak mereka tetap berada di bawah bimbingan guru selama mereka di tempat kerja. Dengan demikian peserta didik dapat terhindar dari pengaruh-pengaruh negative seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan sebagainya

Namun program full day school ini masih pro-kontra dari berbagai lapisan masyarakat. Misalnya bagi orangtua yang pekerja kantoran akan setuju jika full day school ini diterapkan. Disisi lain yang orangtuanya tidak bekerja seharian penuh tidak akan menyetujui program full day school tersebut, mengingat anak juga membutuhkan istirahat yang cukup demi menunjang kesehatan seorang anak. Sebagian orangtua dan guru merespon keras program ini, karena akan memberatkan siswa.

Program Full Day School masih terus disosialisasikan. Mulai dari sekolah yang ada di pusat kota sampai daerah terpencil akan mendapatkan penjelasan terkait sistem ini. .Konsep full day school saat ini masih dalam pengkajian lebih mendalam. Pihaknya juga akan mempertimbangkan beragam masukan dari masyarakat sebelum menerapkannya di seluruh sekolah. (IL)

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2016/08/08/16221121/sekolah.dinilai.belum.siap.terapkan.full.day.school.

Bagikan melalui: