Jurnalikanews- Gelar mahasiswa adalah hal yang sangat besar tanggung jawabnya. Jika diartikan secara leksikal, mahasiswa adalah pelajar yang menuntut ilmu di perguruan tinggi, akademi, atau institusi dan lembaga pendidikan setara lainnya, serta merupakan posisi tertinggi dikalangan pelajar. Tetapi dalam maknanya, mahasiswa juga merupakan calon intelektual dan cendekiawan muda sebagai generasi penerus bangsa yang bertugas untuk membawa perubahan-perubahan positif dan membangun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan besar sekaligus tantangan bagi kita yang akan mengemban tugas berat yaitu untuk mencapai tujuan nasional khususnya untuk memperjuangkan dan menyeruakan hak rakyat.

Mahasiswa berbeda dengan para pemuda atau tingkatan pelajar dibawahnya . Tetapi, mahasiswa juga bukanlah suatu kebanggan semata untuk kita, namun mahasiswa adalah status yang disematkan pada kita yang tidak hanya sekadar menuntut ilmu untuk selanjutnya digunakan di dunia kerja tetapi juga sebagai generasi yang bertugas membuat suatu perubahan agar kita menjadi bangsa yang lebih baik di masa depan.

Artinya, kita tidak hanya menjadi penggagas suatu perubahan tetapi sekaligus menjadi pelaku yang melaksanakan perubahan tersebut dengan tetap berpikir kritis agar bisa meruntuhkan tembok kekusaan para pemimpin yang tidak berkompeten dibidangnya.

Perubahan bisa terjadi pada segala aspek kehidupan. Mahasiswa dalam posisi “Agent of Change” dituntut untuk mengimplikasikan segala macam sikap, perilaku, dan pemikirannya dalam sebuah bentuk konkrit, bukan abstrak. Mahasiswa harus mampu menuangkan ide-ide kreatif untuk bisa dimanfaatkan oleh dirinya sendiri maupun orang lain. Apa yang perlu diperbaiki dari yang sudah ada dan atau melakukan perubahan yang bisa lebih bermanfaat untuk kepentingan bangsa dan masyarakat.

Peran mahasiswa sebagai Agent of Change mengharuskan kita untuk lebih peka terhadap keadaan dan peduli terhadap lingkungan utamanya disekitar kita misalnya masalah yang menyangkut ketidaksesuaian program pemerintah terhadap lapisan masyarakat tertentu. Karena, bagaimanapun hanya mahasiswa yang sadar akan kedaan yang akan berani melakukan suatu perubahan besar. Maka dari itu, pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif diharapkan selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa untuk melakukan suatu perubahan besar.

Sudah jelas mengapa perubahan itu perlu dilakukan dan mengapa mahasiswa harus menjadi pasukan terdepan dalam perubahan tersebut. Lantas dalam melakukan perubahan tersebut haruslah dibuat metode yang tepat, efektif, dan terencana. Mahasiswa hari ini harus mampu menetukan orientasinya kedepan dengan berbagai pertimbangan serta mampu menyususn segala prioritas dalam setiap tindakannya sehingga visi dan misi yang ditargetkan dapat dicapai sesuai harapan dengan tanpa mengesampingkan nilai-nilai yang tertanam pada falsafah bangsa Indonesia.

Berani melakukan suatu perubahan adalah awal dari kemajuan.Walau mungkin akan menghadapi tantangan, namun setidaknya dengan mendobrak pintu kedunguan yang menjadi lambang kehancuran, melalui suatu perubahan adalah langkah pertama yang akan mendasari langkah langkah selanjutnya.
HIDUP MAHASISWA!!!
(Rahmah/Brotowali)

Bagikan melalui:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

[+] kaskus emoticons