Jurnalikanews-Buku adalah sumber ilmu dan dengan membaca kita mampu menguasai dunia. Kalimat tersebut sudah sangat sering kita dengar namun sadarkah bahwa masyarakat Indonesia telah mengabaikan hal tersebut. Hal itu terbukti dengan adanya data dari World’s Most Literate Nations yang disusun oleh Central Connecticut State University pada tahun 2006 bahwa peringkat literasi Negara kita berada di posisi kedua terbawah dari 61 negara yang diteliti. Ternyata, Indonesia hanya lebih baik dari Bostwana, Negara miskin di kawasan selatan Afrika.

Tidak hanya itu, terdapat pula fakta lain yang mendukung yaitu survei tiga tahunan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai minat membaca dan menonton anak-anak Indonesia yang dilakukan tahun 2012. Hanya 17,66% anak-anak Indonesia yang memiliki minat baca. Sedangkan anak dengan minat menonton mencapai angka fantastik yaitu 91,67%.

Kedua fakta tersebut telah menunjukkan betapa rendahnya semangat baca pada anak-anak Indonesia. Tentu hal tersebut sangat mengecewakan. Bagaimana tidak, jika membaca saja mereka tidak mau, lantas bagaimana nasib Negara ini? Jika generasi muda tetap seperti ini, maka siapa yang akan membangun negeri.

Sebagai generasi penerus, hendaknya kita malu kepada pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Kita tidak perlu mengorbankan nyawa seperti mereka. Kita tidak turut berperang dan bercucuran darah. Kita hanya perlu meneruskan usaha yang telah mereka capai. Kita harus melanjutkan perjuangan mereka, namun tidak dengan tombak. Tidak juga dengan  bambu runcing. Kita hanya menggunakan jilidan kertas. Buka, baca dan belajarlah. Itu merupakan cara kita melanjutkan perjuangan.

Kunci utama kesuksesan bangsa bergantung pada generasi muda. Jadila generasi penerus yang mampu menjadi pemimpin serta dipimpin. Buatlah para pejuang bangga dan mengabdilah kepada Negara. Berikan apa yang mampu diberi dan berjanjilah tidak ada kata mengkhianati. Tunjukkan semangat juang dalam membangun negeri. Demi keberhasilan bersama dan demi ibu pertiwi. Oleh :  Jilan Nafisah Koenang, siswi kelas XII SMA Plus Negeri 17 Palembang.

Sumber Data:

Januwati Eka, Ficky Yusrini. 2016. Peringkat Literasi Indonesia, Nomor Dua Dari Bawah. (Online) http://www.femina.co.id/trending-topic/peringkat-literasi-indonesia-nomor-dua-dari-bawah (Diakses 23 April 2016)

 

Bagikan melalui: