Jurnalikanew-DOSA adalah sebuah kata yang dulu ku anggap tidak penting dan masa bodo. Dulu. Ya dulu, ya begitulah aku, aku yang dulu ya memang seperti itu. Sejak kecil aku enggan belajar agama dan bahkan saat pelajaran agama di sekolah, aku pun sering membolos. Pada akhirnya aku seenaknya berbuat dosa tanpa merasa berdosa.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai sadar bahwa yang aku lakukan itu salah dan akumulaiingin untuk memperbaiki diri. Tapi, semua tak semudah itu. Berulang kali aku mencoba namun gagal dan kembali lagi berbuat dosa dan kesalahan yang sama.

Hingga suatu hari dia datang. Dia yang menurutku adalah orang yang dikirimkan Allah untuk ku untuk diriku untuk memotivasi ku agar mampu berubah.Hadirnya, membuatku sedikit demi sedikit mulai meninggalkan hal-hal buruk yang dulu sering ku lakukan dan dia juga membuatku setidak jauh lebih baik dari aku yang dulu. Walau diri ini belum mampu sepenuhnya berubah, namun setidaknya aku sedikit mengerti tentang agamaku dan diri ini berharap bisa menghabiskan sisa hidupku dengannya agar aku bisa berhijrah dan kita sama-sama mencari ridha-Nya.

Jika membandingkan aku dan kamu tentu aku berpikir hal itu sangat jauh. Ibarat tumbuhan kamu adalah pohon yang mampu tumbuh sangat tinggi sementara aku hanya rumput yang tak terlihat olehmu dari atas sana. Namun, aku punya impian untuk mampu melindungimu. Tapi, bagaimana aku mampu meraihmu yang sangat tinggi sementara aku begitu rendah?. Karna, aku hanyalah seorang rumput.

Rumput tak akan mampu meraih daun di atas pohon, namun rumput mampu melindungi batang dan akar pohon itu dari teriknya matahari agar tanahnya tak mengering dan juga ia akan menangkap daun yang jatuh agar tidak langsung menyentuh tanah yang kotor. Begitu juga aku yang mungkin hanya mampu melindungimu dari bawah, tapi aku akan berusaha melindungi kamu dari orang-orang yang ada di atas yang ingin menjatuhkanmu dan saat kamu sedang terpuruk ke bawah, aku akan berusaha untuk mendorongmu kembali ke atas dan akan terus mensupport dan memotivasi kamu sampai kamu bisa bangkit kembali.

Mungkin hanya itu yang mampu kulakukan, karna aku memang hanya orang yang rendah. Namun aku punya impian dan semangat yang jauh lebih tinggi darimu dan akan selalu ku perjuangkan untuk diriku dan dirimu (Aldo Fradita).

Bagikan melalui: