padus 4

Jurnalikanews- Untuk ketiga kalinya, Paduan Suara Mahasiwa Politeknik AKA Bogor, Suvarna Gita, menggelar Konser Musik yang pada kali ini dilaksanakan di Aula Politeknik AKA Bogor pada Sabtu, 16 Desember 2017 yang bertajuk “Vivere da Melodia”.

Kehidupan seperti melodi, dalam melodi ada nada berirama senang menggambarkan hal menyenangkan dalam hidup. Namun, ada juga irama sedih seperti hal menyedihkan yang terjadi pada hidup. Meskipun berirama sedih namun tetap terdengar indah. Dan seperti itulah kehidupan, bagaimanapun iramanya, tetap ada kebahagiaan yang kan tercipta.

Konser Musik ini dimulai pukul 19.00 WIB dan berakhir lebih cepat dari yang dijadwalkan tanpa mengurangi rangkaian kegiatan acara didalamnya. Dari 200 tiket yang telah terjual habis sebelum acara berlangsung ternyata hanya sekitar 61% peserta yang turut hadir untuk berpartispasi dalam menyaksikan acara ini. Hal ini karena faktor cuaca dimana hujan mengguyur di sekitar Bogor dan beberapa hal lain yang menjadi kendala peserta untuk menghadiri acara.

padus 3

Dari 10 lagu yang dibawakan serta diiringi tarian-tarian kecil dari penampil, ada satu lagu andalan yang dibawakan, yakni lagu berjudul “Jangkrik Genggong” yang dipopulerkan oleh Waljinah. Lagu yang berasal dari daerah Semarang, Jawa Tengah ini memiliki makna tentang seseorang yang belajar untuk saling mengenal serta menahan kerinduannya. Lagu ini pun turut menghiasi dan menjadi saksi dalam Sidang Terbuka Senat Politeknik AKA Bogor Program Diploma III Tahun 2017.

Magfira Maulani, peserta yang turut menyaksikan konser, mengatakan bahwa acara konser yang dibawakan oleh Suvarna Gita pada tahun ini lebih baik dari tahun lalu, mulai dari segi dekoran sampai performance yang ditampilkan.
“Pesan/kesan acara ini lebih keren dari tahun kemaren sih, terus banyak lagu-lagu yang bikin terharu. Jujur aja tadi gue sama temen gue sampe nangis”, tuturnya.

Konser Musik yang bertemakan Kehidupan dan menyandang judul “Vivere da Melodia” yang berasal dari Bahasa Italia yang memiliki arti Kehidupan seperti Melodi ini bertujuan agar kita sebagai manusia yang memiliki kehidupan untuk lebih menghargai apa itu makna kehidupan sebenarnya, dimana kehidupan tak selamanya berjalan mulus akan tetapi selalu ada fase bahagia didalamnya. Selaras dengan harapan Tedisyah selaku ketua pelaksana yakni, menumbuhkan rasa cinta dan dapat mengimplementasikan melodi kehidupan dalam kehidupan yang sesungguhnya. [Yz/Lupin]

Sumber foto : M. Yahya 

Bagikan melalui: