p

JurnalikaNews- Bertambah lagi daftar negara yang mengakui pemindahan Ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem. Hari ini tepatnya Sabtu(15/12), Australia mengumumkan secara resmi pemindahan ibukota Israel. “Australia sekarang mengakui Yerussalem Barat, yang menjadi pusat Knesset dan banyak institusi pemerintah lainnya, menjadi ibukota Israel.” Ujar Morisson, Perdana Menteri Australia. Mendengar hal itu, Indonesia memanggil duta besar Australia di Jakarta dan mengeluarkan kecaman  yang menyangkut perjanjian dagang senilai US$11,4 miliar dengan negara tersebut. Tak hanya itu, demonstrasi juga sempat berlangsung di depan kedutaan besar Australia di Surabaya.

Rabu lalu, tepatnya pada tanggal 6 Desember 2018, Donald Trump telah lebih dahulu mengakui perpindahan Ibukota Israel ke Yerussalem, hal ini diumumkan pada pidato resminya di Gedung Putih. “Hari ini Yerussalem adalah kursi bagi pemerintah modern Israel, rumah bagi parlemen Israel, Knesset, rumah bagi Mahkamah Agung.” Tuturnya. Menurutnya, pengakuan ini adalah solusi untuk menyelesaikan konflik dua negara yaitu Israel dan Palestina yang tidak kunjung usai.

Keputusan berbagai negara yang dinilai kontroversial ini sangat ditentang oleh Indonesia melihat Indonesia adalah salah satu negara yang sangat mendukung independensi Palestina. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan pengumuman tersebut akan sangat membahayakan proses perdamaian dan akan membahayakan perdamaian itu sendiri. Selain pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB, pengakuan Jerussalem sebagai ibukota Israel juga akan timbulkan gejolak di dunia Islam. Dahnil Anzar Simanjutak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah turut serta mendorong pemerintah Indonesia untuk terus menyuarakan penolakan terhadap pemindahan Ibukota Israel tersebut, ditambah posisi Indonesia dalam organisasi negara-negara Islam OKI.  Bagaimana sikap yang akan diambil Indonesia selanjutnya? Akankah lebih banyak negara yang turut mengumumkan hal serupa? (ANR)

Source: picture and content https://nasional.kompas.com/read/2017/12/06/20103001/menlu-pengakuan-yerusalem-sebagai-ibu-kota-israel-menimbulkan-bahaya

Bagikan melalui: