15361005523_7b0e6074c5

Hallo pembaca setia jurnalikanews budiman. Semoga selalu sehat dan menjadikan jurnalikanews sebagai web informasi kebanggan keluarga. Kita semua telah tahu bahwa setiap orang wajib membela negaranya. Tapi semua itu tak harus menjadi tentara atau polisi. Kita juga dapat membela negara sesuai profesi kita. Misal Dokter harus melayani dengan baik para pasienya. Begitu  pula diriku ingin menujukan baktiku pada ibu pertiwi melalui sebuah mimpi yang sederhana. Saat ini diriku sedang menempuh pendidikan sekolah menegah atas disalah satu sekolah swasta di bogor.

Walau terkadang persoalanku sekolah antara negri swasta masih menjadi problem. Tapi bagiku semua itu tak menyurutkan niat belajarku. Karena kita sekolah akan maju bukan perkara swasta negri tetapi bagaimana kita mengikuti proses belajar dengan  giat. Kita dapat membayangkan sekolah negeri malas-malasan, bukan akan sama halnya dengan anak swasta yang malas juga belajar. Saat ini ku  mempersiapkan untuk menuju gerbang impian yaitu melajutkan ke jenjang lebih tinggi (kuliah). Dimana impian sederhana itu akan coba kuwujudkan.

PENGABDIAN-MASYARAKAT-800x400

Ketika diriku kuliah ingin membuat perkumpulan” Gubuk literasi kampung” dimana tempat ini adalah sarana pembelajaran, sarana tempat bermain, tempat edukasi, dan tempat pelatihan teknologi di kampungku. Dengan meminta bantuan teman kuliahku nantinya untuk membantu impian ini. Bukan untuk menyelesaikan tugas kuliah tetapi sebagai bentuk kepedulian akan pentingnya pendidikan.

Miris memang ketika kalian ada di kampungku. Mungkin di kampung lain pendidikan adalah kebutuhan mendasar. Tetapi beda di kampungku pendidikan adalah hal tak penting. Telah kita ketahui semakin berkembangya waktu semakin pula kehidupan lebih maju. Persaingan untuk mendapatkan dunia kerja samakin sulit. Dan kebanyakan perusahaan melihat pendidikannya sipelamar. Belum lagi pola pola pikir orangtua dikampungku yang masih kolot(zaman dulu). Mereka hanya berpikiran bahwa anak yang sukses itu adalah menikah , punya kerjaan,dan punya anak. Itulah hal yang dianggap sukses. Begitu pula pada perempuan.Untuk apa perempuan memperoleh pendidikan tinggi kalau ujungya juga  nanti akan bekerja didapur.

Sehingga banyak anak-anak yang belum bisa membaca bahkan orangtuanya sekaligus. Banyak anak perempuan menikah ataupun jika belum mereka akan bekerja menjadi buruh pabrik. Bahkan tak ada satupun sarjana di kampungku. Bukan tak mampu membiayai, malah bisa dikategorikan mampu membiayai hingga kuliah. Bahkan ketika anaknya di sekolahkan setingkat SD anaknya tak juara kelas. Mereka menggap bahwa anaknya bodoh. Beruntung diriku dilahirkan di kelurga yang peduli akan pendidikan. Walapun dengan segala keterbatasan yang ada.

Lewat gubuk sederhana ini aku bersama teman kuliah ingin mengajarkan membaca, menghitung, tempat bermain ramah anak, penyuluhan dan edukasi kepada orang tua akan pentingya pendidikan,dan pengajaran sederhana teknologi komputer. Tujuanku adalah ingin sedikit demi sedikit mengubah pola pikir dan prinsip mereka. Bahwa dengan pendidikan kita bisa sukses, bisa menggapai hidup yang jauh lebih baik lagi. Dan ku ingin menyelamatkan generasi emas kampung. Agar masa depan mereka menjadi lebih baik. Memang semua ini bukanlah tanggung jawabku. Seharusnya pemerintah,tetapi ku tak pernah ingin selalu menyalahkan pemerintah. Karena pemerintah juga sangat sulit untuk memajukan negri ini. Tak ada salahnya kan, ketika  pemuda mau membantu berkontibusi untuk masyarakat. Dibandingkan menghabiskan waktu dengan kegiatan tidak bermanfaat. Inilah mungkin rencana sederhanku untuk turut serta demi kemajuan pendidikan Indonesia.

 

Nama      : Muhamad Rizky

Asal         : Bogor

Sekolah  : Sma Taruna Terpadu 1

  1. Tema : Pentingya Pendidikan

Sumber foto-foto
http://litbang.kemendagri.go.id/website/penelitian-dan-pengabdian-masyarakat-harus-berinovasi/

https://m.kitabisa.com/pedulidesa

Bagikan melalui: