si-enceng-generasi-640x348Jurnalikanews – Ternyata betul, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Merdeka yang bebas, dan leluasa dari segala bentuk penghambaan penjajahan atau perbudakan. Dan memang benar, bangsa ini juga masih terus berupaya untuk berkembang. Memperbaiki, membangun, membuat, mengolah, mengoreksi, menciptakan, menghilangkan, mengevaluasi, menginovasi, memperbaharui, semua dilakukan untuk mencari jalan demi kemajuan tanah pertiwi. Namun, apalah itu semua jika ternyata kemerdekaan belum sepenuhnya mengisi tiap kepala penghuni negeri. Kepedulian akan pembangunan dan juga masa depan  Indonesia seolah hanya punya mereka yang berlabel pejabat negara. Ada masyarakat yang dianggap-atau lebih tepatnya menganggap dirinya sendiri-hanya bagian dari kaum kecil, yang tak berada dan berdaya. Merasa tak mampu mengurus negara, toh memikirkan hari ini makan apa saja sudah tak kuasa. Biarlah kemajuan negara ini dititipkan pada mereka yang sudah punya nama. Sebab, aku bisa apa?

Memang, perlu digaris bawahi, tidak semua masyarakat Indonesia memiliki pemikiran seperti ini. Hanya beberapa, semoga tak sebagian besar. Sebab nasib bangsa ini ke depan akan sangat bahaya jika dipenuhi mereka yang terus mengkerdilkan diri. Parahnya lagi, jika dilakukan oleh mereka yang kelak akan memegang estafet pergerakan bangsa ini. Generasi muda!

Mereka yang muda harus menjauhi pemikiran tak membangun ini. Cukuplah asumsi tersebut berhenti pada mereka, jangan kita. Sebagai generasi yang masih muda, yang masih kuat untuk dapat terus berusaha membangun negara. Memang usia tak mengenal angka, selama kamu masih berkeinginan untuk dapat terlibat untuk kemajuan bangsa, maka kamu adalah dirimu yang sellu berjiwa muda.

Generasi-Muda-672x350Pertanyaan lainnya, jika aku adalah generasi muda, lalu aku bisa apa?

Sebagai yang masih sibuk bertualang dengan diri sendiri dan dunianya, ada banyak hal yang dapat dilakukan saya, kamu dan bahkan kita sebagai warga negara generasi muda untuk ibu pertiwi. Mulai dari mengubah kebiasaan buruk, yang selalu datang di atas waktu yang telah ditetapkan. Bahkan bisa ngaret satu hingga beberapa jam di atasmya. Hal lainnya yang dapat diingat oleh kita sebagai penerus negara ialah, “Tak perlu berusaha dan saling berlomba untuk  menjadi yang terhebat. Padahal, kamu sudah menjadi seorang pemenang jika tetap tulus melakukan semuanya hanya untuk menebarkan manfaat.”

Sebagai generasi muda yang belajar untuk mencintai dan membangun negeri ini, kita dapat memperbaiki negara ini dengan mulai memperbaiki diri sendiri. Kualitas bangsa tercermin dari pribadi di dalamnya, khususnya generasi muda.

Aku akan mulai bangun pagi, sebab mengerti bahwa negara ini masih butuh manusia yang siap menerima tantangan dan melawan hasutan, bahkan sejak membuka mata.

Aku akan mulai tersenyum ramah kepada lingkungan sekitar, sebab aku paham bahwa tanah pertiwi ini masih memerlukan banyak energi positif melalui senyum.

Aku akan mulai mengendalikan kecepatan jariku dalam menyebar informasi, agar aku masih memiliki ketepatan dalam membaca suatu informasi.

Aku akan mulai bekerja keras, karena aku paham jika tak ada kekayaan yang bisa aku berikan untuk negeri ini, selain usaha dan kerja keras yang aku punya.

Fadiah Adlina_Universitas Mulawarman_Samarinda_Generasi Muda

Bagikan melalui: