[caption id="attachment_4499" align="aligncenter" width="700"]Sumber: Kompas.com/Kristianto Purnomo Sumber: Kompas.com/Kristianto Purnomo[/caption]

JURNALIKANEWS – Minggu, sekitar pukul 10.15 WIB terjadi kecelakaan KRL 1722 jurusan Jatinegara menuju Bogor . KRL ini mengalami kecelakaan anjloknya gerbong saat melintas di antara Stasiun Cilebut dan Bogor. KCI masih menyelidiki penyebab tergulingnya KRL itu. Kereta Rel Listrik (commuter line) di lintas Bogor kembali normal setelah diperbaiki pasca insiden anjlok, Minggu (10/3/2019).

“Proses perbaikan jalur antara Cilebut-Bogor telah selesai, perjalanan KA antara Stasiun Cilebut-Bogor dapat menggunakan dua jalur, perjalanan KA di lokasi dibatasi 20 km/jam,” pernyataan resmi PT KCI, Senin (11/3/2019) sore.

Perbaikan prasarana perkeretaapian seperti jaringan kabel Listrik Aliran Atas (LAA), jalur rel dan pemasangan tiang LAA yang terdampak peristiwa sudah dilakukan PT KAI Daop 1 dan PT KCI. pagi tadi, Senin (11/3/2019), pemberangkatan KRL dari Stasiun Bogor sudah mulai di buka kembali pada hari senin pagi namun pelayan  KRL  menggunakan satu jalur secara bergantian. dengan kondisi tersebut maka hanya sebagian KRL yang pemberangkatannya dapat dilakukan dari Stasiun Bogor. sebagian perjalanan KRL lainnya yang biasanya dijadwalkan pemberangkatan dari Stasiun Bogor dialihkan melalui rekayasa pola operasi dengan pemberangkatan dari Stasiun Cilebut, Bojong Gede, Citayam dan Depok.

Namun saat ini sudah kembali berjalan normal dengan laju kecepatan tak lebih dari 20km/jam. Kecelakaan anjloknya gerbong KRL ini memakai beberapa korban luka-luka akibat anjloknya kereta rel listrik (KRL) Jakarta-Bogor jumlahnya menjadi 17 orang.

Hal tersebut dikatakan Vice President Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa. KRL commuterline anjlok di antara Stasiun Cilebut dan Stasiun Bogor.

Semua korban telah berhasil dievakuasi. “Korban yang dievakuasi berada dalam kondisi luka-luka. Hingga pukul 12.10 WIB, tercatat jumlah korban luka mencapai 17 orang,” ujar Eva Chairunisa melalui keterangan tertulis, Minggu, di laman Kompas.com.

Eva mengatakan, sembilan korban dievakuasi ke Rumah Sakit Salak Bogor untuk mendapatkan perawatan. delapan korban lainnya dilarikan ke pos kesehatan Stasiun Bogor akibat gerbong KRL yang anjlok.

Identitas korban luka dapat dilihat di RS Salak Bogor. Bagi para pengguna yang menjadi korban, maka akan mendapatkan perawatan kesehatan,” kata Eva Chairunisa.

Akibat kejadian ini, perjalanan KRL dari dan tujuan Bogor belum dapat dilayani pada hari minggu ( 10 maret 2019 ) . perjalanan KRL dari arah Jakarta Kota maupun Angke/Jatinegara hanya dilayani sampai Stasiun Depok.

Akibat dari kecelakaan KRL ini juga di rasakan oleh salah satu mahasiswa di Kota Bogor . menurut pendapatnya , ”Sedih, namun agak bingung apa penyebabnya karena yang saya ketahui bahwa kereta dalam keadaan kosong serta saya pengguna KRL dan kemarin menggunakannya setelah kejadian merasa sedikit terganggu karena harus turun jauh dan terkendala macet “. (MIP)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Lintasan KRL ke Stasiun Bogor Kembali Normal Dua Jalur, http://www.tribunnews.com/metropolitan/2019/03/11/lintasan-krl-ke-stasiun-bogor-kembali-normal-dua-jalur.

http://www.tribunnews.com/metropolitan/2019/03/11/lintasan-krl-ke-stasiun-bogor-kembali-normal-dua-jalur

http://jabar.tribunnews.com/2019/03/10/foto-kecelakaan-kereta-jakarta-bogor-gerbong-terjatuh-korban-17-orang?page=2

Bagikan melalui: